Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juni 2012

Bahaya, Tidur Dengan Lampu Menyala

Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia. Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin.

Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.

Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.

Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.

Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.

Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara.

Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka para orang tua disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.'




Charger Putar Penghasil Listrik

Sony memperkenalkan cara baru untuk mengisi baterai telepon seluler atau gadget Anda — ketika baterai habis di tempat yang jauh dari sumber listrik.

Jika selama ini kita mengandalkan colokan listrik atau energi sinar matahari, maka produk inovatif Sony berikut ini mengandalkan tenaga putaran jari Anda untuk menghasilkan energi yang mengisi daya baterai.

Sony CL-A2LAS merupakan charger portabel yang memiliki baterai 4.000mAh. Untuk mengisi daya baterai tersebut, tersedia engkol atau “lengan ayun” — mirip yang biasa kita temukan pada rautan pensil anak — untuk diputar sekuat tenaga dan selama yang Anda mampu: 3 menit untuk semenit waktu bicara, 5 menit untuk semenit berselancar Internet, dan seterusnya.

Tentunya jika dibutuhkan, Anda dapat memutarnya sampai baterai penuh. Hitung-hitung sambil berolahraga tangan.

Charger portabel ini memiliki 2 port USB sehingga Anda bisa mengisi baterai 2 perangkat berbasis USB secara bersamaan. Lengan ayun yang terpasang juga dapat dilepas sehingga tidak mengganggu dan lebih aman saat dibawa atau disimpan di tas. Meski begitu, jika Anda sedang terlalu malas untuk sedikit berolahraga, Sony menyediakan konektor ke soket listrik untuk menjadikannya sebagai baterai cadangan.

Sony CL-A2LAS akan mulai diedarkan di negara asalnya dengan kisaran harga ¥ 8,000 atau sekitar Rp 850 ribu. Apakah akan masuk ke Indonesia? Kita lihat nanti.